Nama Sekolah : SD Al Azhar 2 Bandar Lampung
Hari/Tgl : Kamis, 20 Maret 2025
Kelas : 6A, B, C, D
Tema : Kisi-Kisi LUS (Genap)
Topik : Memahami Kisi-Kisi Latihan Ujian Semester
Kompetensi Dasar : Permainan Bola Besar, Permainan Bola Kecil, Permainan Tradisional, Pencak Silat, Kebugaran Jasmani, Senam Irama, Aktivitas Air, dan Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi.
Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu memahami kisi-kisi LUS dengan baik dan benar.
Hari ini kita akan memulai materi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi yaitu:
Kisi-Kisi Latihan Ujian Semester (Lus) PJOK
1. Permainan Bola Besar
Dalam permainan sepak bola kita harus menjunjung tinggi nilai sportivitas agar pertandingan berjalan dengan baik. Oleh karena itu dalam permainan sepak bola memerlukan seseorang yang dapat mengatur jalannya pertandingan sepak bola yg disebut Wasit.
Berada pada posisi offside bukanlah sebuah pelanggaran. Jika offside terjadi, wasit menghentikan pertandingan serta memberi tendangan bebas secara tidak langsung kepada tim lawan dari yang dikenai offside.
Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti.
Dalam sepak bola, kartu kuning merupakan tanda peringatan yang diberikan wasit kepada pemain yang melanggar aturan. Kartu kuning diberikan sebagai pengingat agar pemain lebih berhati-hati di kemudian hari.
Pemain yang mendapatkan kartu kuning masih bisa melanjutkan pertandingan. Namun, jika pemain tersebut mendapatkan kartu kuning kedua dalam satu pertandingan, wasit akan memberikan kartu merah dan pemain harus keluar lapangan.
Jumlah pemain sepak bola dalam satu tim adalah 11 orang. Dari 11 pemain tersebut, satu orang harus berposisi sebagai penjaga gawang, sedangkan 10 pemain lainnya mengisi posisi penyerang, gelandang, dan pemain bertahan.
Teknik dasar dalam permainan sepak bola adalah:
- Menendang bola (kicking): Teknik utama yang harus dikuasai
- Menggiring bola (dribbling): Teknik dasar lainnya
- Mengoper bola (passing): Teknik yang dilakukan dalam permainan beregu
- Menyundul bola (heading): Teknik yang menggunakan kepala
- Menghentikan bola (stopping): Teknik untuk mengontrol bola agar tidak direbut lawan
2. Permainan Bola Kecil (Kasti)
Permainan tradisional beregu yang dilakukan dengan cara memukul dan menangkap bola adalah kasti. Permainan ini dimainkan oleh dua regu, yaitu regu pemukul dan regu penjaga.
Dalam permainan kasti, regu pemukul berusaha memukul bola agar regu penjaga tidak menangkap bola. Sementara itu, regu penjaga berusaha menangkap bola yang dipukul oleh regu pemukul.
Permainan kasti melatih keterampilan melempar, menangkap, dan memukul bola. Selain itu, pemain juga harus memperhatikan gerakan pendukung seperti berlari, melompat, dan menghindar.
Beberapa teknik dasar dalam permainan kasti, di antaranya:
- Teknik melempar bola kasti, yaitu melempar bola bawah, mendatar, melambung, dan memantul tanah
- Teknik menangkap bola kasti, yaitu menangkap bola mendatar, menangkap bola melambung, dan menangkap bola menyusur tanah
- Teknik memukul bola
- Teknik berlari
Jumlah pemain dalam setiap regu permainan bola kasti adalah 12 orang dan 6 pemain cadangan.
Durasi permainan
Permainan bola kasti terdiri dari 2 babak, masing-masing babak berlangsung selama 20–30 menit. Di antara babak, ada waktu istirahat selama 15 menit
Ada tiga macam lemparan dalam permainan bola kasti, yaitu: Lemparan bola mendatar, Lemparan bola melambung, Lemparan bola menyusur tanah.
Berikut adalah teknik-teknik lemparan dalam permainan bola kasti:
- Lemparan bola mendatar
Juga dikenal sebagai lemparan lurus, teknik ini digunakan untuk melempar bola ke arah lawan yang sedang berlari atau ke teman satu tim yang tidak terlalu jauh.
- Lemparan bola melambung
Teknik ini dilakukan untuk memberikan bola kepada teman yang letaknya agak jauh. Bola dilempar dengan posisi antara pusar dan dada.
- Lemparan bola menyusur tanah
Teknik ini dilakukan untuk mengirim bola kepada teman yang berada di jarak dekat. Bola digelindingkan menyusuri tanah
Alat yang digunakan dalam permainan kasti adalah:
- Bola
Bola yang digunakan dalam permainan kasti biasanya bola tenis berwarna hijau dengan ukuran 19-20 cm dan berat 70-80 gram.
- Tongkat pemukul
Tongkat pemukul kasti berbentuk stik dengan panjang 50-60 cm, penampang oval dengan lebar 5 cm dan tebal 3,5 cm, serta panjang pegangan 15-20 cm.
- Tiang hinggap
Tiang hinggap ada dua jenis, yaitu tiang pertolongan dan tiang bebas. Tiang ini ditancapkan ke tanah dengan tinggi minimal 1,5 meter dan diberi bendera.
- Bendera
Bendera digunakan sebagai penanda lokasi di lapangan. Warna bendera harus berbeda-beda.
Selain alat-alat tersebut, lapangan kasti juga perlu diperhatikan. Lapangan kasti biasanya memiliki panjang 60-70 meter dan lebar 30 meter
3. Permainan Tradisional
Permainan tradisional adalah permainan yang diturunkan secara turun temurun dan merupakan perwujudan dari kearifan lokal. Permainan tradisional dapat mengajarkan anak-anak untuk bersosialisasi, menanamkan budi pekerti, dan mengembangkan aspek-aspek seperti motorik, kognitif, bahasa, emosi, sosial, dan karakter.
Berikut adalah beberapa contoh permainan tradisional:
- Layangan: Permainan yang bisa dilakukan sendiri atau bersama teman, biasanya dilakukan saat cuaca cerah.
- Gobak sodor: Permainan tradisional yang merupakan warisan budaya tak benda Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Congklak: Permainan tradisional yang menyenangkan dan kreatif.
- Petak umpet: Permainan tradisional yang tidak memerlukan peralatan pendukung.
Permainan tradisional lainnya adalah:
- Engklek
- Egrang
- Bentengan
- Lompat tali
- Bola bekel
- Gundu atau kelereng
- Cublak Cublak Suweng
- Lompat Tali Karet
Contoh gerak dasar lokomotor adalah:
Berjalan, Berlari, Merangkak, Melompat, Memanjat, Meluncur, Berbaris, Engklek lompat kijang, Berderap, Skipping.
Gerak lokomotor adalah gerakan yang melibatkan pergerakan tubuh untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan ini ditandai dengan adanya perpindahan tempat.
Gerak non lokomotor adalah gerakan yang tidak berpindah tempat, tetapi melibatkan penggunaan otot-otot tubuh untuk mengubah bentuk, posisi, atau ketegangan tubuh. Gerakan ini penting dalam berbagai aktivitas fisik dan olahraga, seperti senam, tari, yoga, dan kegiatan fisik lainnya.
Beberapa contoh gerakan non lokomotor adalah:
Geleng kepala, Menunduk, Menoleh, Mengayun, Memutar, Membungkuk, Menekuk, Memuntir tubuh, Melipat tangan, Merangkak.
Gerakan non lokomotor memiliki banyak manfaat bagi tubuh, di antaranya:
- Meningkatkan fleksibilitas
- Meningkatkan kekuatan otot
- Meningkatkan keseimbangan tubuh
- Mengembangkan koordinasi motorik
- Meningkatkan kesadaran tubuh
- Mempersiapkan otot untuk aktivitas
- Membantu otot untuk rileks
- Melancarkan sirkulasi darah
- Mencegah cedera
Gerak manipulatif adalah kemampuan tubuh untuk menggunakan bagian tubuh, seperti tangan atau kaki, untuk melakukan aktivitas dengan objek atau alat. Gerak manipulatif merupakan salah satu keterampilan dasar yang penting untuk dipelajari anak-anak selama masa pertumbuhan.
Contoh gerakan manipulatif, antara lain:
Menendang, Melempar, Mendorong, Memukul, Memantul, Mengguling, Menerima, Menangkap, Menghentikan.
Gerak manipulatif merupakan salah satu domain dari gerak dasar fundamental, selain gerak dasar lokomotor dan non lokomotor. Gerak manipulatif sangat diperlukan dalam cabang olahraga yang melibatkan gerakan dengan anggota tubuh, seperti sepak bola, voli, bulu tangkis, dan basket
Pencak Silat atau dikenal silat adalah suatu seni bela diri tradisional Indonesia yang memperhatikan seni keindahan gerakan dalam setiap jurusnya. Tiap-tiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas.
Seni bela diri ini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya Nusantara. Meski demikian, pencak silat juga dapat dijumpai di berbagai negara Asia, seperti di Malaysia, Brunei, Filipina, Singapura, hingga Thailand bagian selatan.
Masing-masing negara mempunyai sebutannya sendiri sesuai bahasa lokal mereka, seperti gayong dan cekak (Malaysia dan Singapura), bersilat (Thailand), dan pasilat (Filipina).
Pencak silat berasal dari dua kata, yakni 'pencak' dan 'silat'. Pengertian pencak ialah gerak dasar bela diri dan terikat dengan peraturan. Sedangkan silat berarti gerak bela diri sempurna yang bersumber dari kerohanian.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pencak silat yaitu permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan keahlian menangkis, menyerang serta membela diri menggunakan atau tanpa senjata.
Adapun pengertian pencak silat menurut seorang ahli bernama Boechori Ahmad, pencak merupakan fitrah manusia untuk membela dirinya sendiri, sedangkan silat menjadi sebuah unsur yang menghubungkan gerakan serta pikiran.
Setelah memahami pengertian dari pencak silat, kamu juga perlu mengetahui unsur-unsur, tujuan, fungsi, teknik, dan manfaatnya.
Unsur-unsur dan Tujuan Pencak Silat
1. Unsur-unsur Pencak Silat
Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam pencak silat, antara lain:
1.Unsur olahraga
2.Unsur kesenian
3.Unsur bela diri
4 Unsur pendidikan mental kerohanian
5.Unsur persaudaraan menuju persatuan
2. Tujuan Pencak Silat
Adapun tujuan dari pencak silat ialah:
Tempat menyalurkan bakat dan minat bagi generasi yang memiliki hobi olahraga, khususnya bela diri.
Membentuk masyarakat 'berjiwa sehat, berpikir cerdas, berprestasi'.
Membentuk sikap kesatria pada masyarakat dan mendidik mereka untuk berani membela kebenaran juga keadilan, disiplin yang tinggi serta tanggung jawab lahir batin.
Mendorong dan menggerakkan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakikat juga manfaat olahraga pencak silat sebagai kebutuhan hidup.
Mendidik generasi muda supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan penggunaan obat terlarang.
- Mencegah terjadinya obesitas.
- Mencegah terjadinya penyakit jantung.
- Mencegah terjadinya penyakti diabetes.
- Menurunkan tekanan darah tinggi.
- Menambah kecerdasan otak.
- Menurunkan risiko terkena kanker.
- Membuat awet muda.
- Meningkatkan Kualitas fisik.
- Lari secara terus menerus
- Lari dengan kecepatan bervariasi
- Lari Fartlek
- Lari di bukit - bukit
- Circuit training
- Interval training
- Push-p
- Sit-up
- Back-up
- Squat Jump
- Latihan mengubah arah gerak tubuh (shuttle run)
- Latihan lari berbelok-belok (zig-zag)
- Latihan mengubah posisi tubuh (squat thrust)
- Latihan kelincahan gerakan bereaksi
- Lari menggunakan beban.
- Lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter.
- Lari dengan mengubah-ubah kecepatan (mulai lambat ) makin lama makin cepat).
- Lari naik bukit
- Lari menuruni bukit.
- Lari menaiki tangga gedung.
Mengenal Sejarah Renang di Dunia dan Indonesia
Sejarah Renang di Dunia
Sejarah Renang di Indonesia
Beberapa manfaat yang diperoleh dari olahraga ini
1. Membentuk otot
Berenang membuat seluruh otot pada tubuh ikut bergerak. Bagian tubuh tersebut dimulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah dan telapak kaki.
Sehingga tubuh akan mengeluarkan energi lebih besar untuk bergerak di dalam air karena harus melawan massa air. Hal ini lah yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.
2. Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru
Pada saat berenang tangan dan kaki akan melakukan gerakan mendorong dan menendang. Tubuh yang melakukan gerakan tersebut dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah dan paru-paru. Olahraga ini juga dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik di dalam air.
3. Menambah tinggi badan
Sudah menjadi rahasia umum jika berenang dapat menambah tinggi badan seseorang. Jika hal ini dilakukan secara rutin, pada usia pertumbuhan dapat secara nyata menambah tinggi badan.
4. Berlatih pernafasan
Bagi penderita penyakit asma, olahraga ini dapat dijadikan solusi terapi. Hal ini dikarenakan ketika berenang, sistem cardiovaskuler dan pernafasan jadi lebih kuat. Sehingga pernafasan akan menjadi lebih sehat, lancar dan lebih panjang.
5. Membakar kalori
Berenang secara efektif dapat membakar sekitar 24 persen kalori dalam tubuh. Hal ini dikarenakan saat berenang tubuh akan membutuhkan energi yang lebih banyak.
6. Hilangkan stress
Menurut ilmu psikologi, berenang dapat membuat hati dan pikiran lebih rileks. Gerakannya yang santai dan juga pelan akan meningkatkan hormon endofrin dalam otak. Sehingga hati akan tenang, pikiran menjadi dingin dan badan pun bebas gerah.
Sebelum berenang, dianjurkan melakukan pemanasan guna menghindari kram otot. Hal ini juga bermanfaat untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung.
Pada pelajaran di kelas VI ini, kamu akan membahas pemeliharaan kebersihan alat reproduksi. Penjelasan di depan menginformasikan pentingnya memelihara kebersihan tubuh. Begitu pula dengan kebersihan alat reproduksi. Jika kamu rutin memelihara kebersihan, alat reproduksi mu menjadi sehat. Dengan menjaga kebersihan, kamu telah mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat.
Apa manfaat dan tujuan memelihara alat reproduksi?
Bagaimana cara menjaga kesehatan alat reproduksi kita?
Untuk lebih mahami lebih dalam, perhatikan pembahasan berikut.
Perlunya Memelihara Alat Reproduksi
Alat reproduksi merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kesehatan alat reproduksi juga harus dijaga dengan baik. Misalnya, setelah buang air kecil, kamu harus membersihkan alat reproduksi. Kamu juga membiasakan mandi dua kali sehari. Saat mandi, alat reproduksi dibersihkan dengan sabun mandi. Pakaian yang dikenakan untuk menutupi alat reproduksi harus bersih dan kering. Kebersihan alat reproduksi harus dijaga agar terhindar dari bibit penyakit.
Manfaat Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi
Menjaga kebersihan alat reproduksi, terutama bagian luar, merupakan bagian dari kebersihan diri. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini. Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki juga perlu membiasakannya. Jika terbiasa membersihkan alat reproduksi, kamu akan memperoleh banyak manfaat.
Beberapa manfaat menjaga kebersihan alat reproduksi sebagai berikut.
1. Kulit di sekitar alat reproduksi selalu sehat dan bebas dari bau tidak sedap.
2. Aktivitas buang air kecil dan buang air besar tidak terganggu.
3. Terhindar dari berbagai penyakit.
4. Dapat beraktivitas sehari-hari dengan nyaman.
Tujuan Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi sebagai berikut.
1. Memelihara fungsi alat reproduksi.
2. Menghindari munculnya aroma tidak sedap pada alat reproduksi.
3. Mencegah terjangkitnya penyakit pada alat reproduksi.
4. Meningkatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas
Perilaku dalam Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi
Cara Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi
Apa itu kesehatan reproduksi? Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh terkait fungsi, peran, dan sistem reproduksi. Kondisi sehat tidak berarti bebas penyakit atau kecacatan, tetapi sehat secara mental dan sosial kultural. Untuk mencapai derajat sehat, kamu harus memelihara kebersihan alat reproduksi. Dengan cara sebagai berikut :
a. Mencuci Tangan
b. Membersihkan Diri setelah Buang Air
c. Mengelap dengan Handuk atau Tisu
d. Mencuci Pakaian dan Celana yang Kotor
e. Mengenakan Celana yang Longgar
f. Membiasakan Buang Air di Toilet/Kamar Mandi